Bersama Sukses

pengetahuan rakyat adalah kekayaan bangsa yang tak ternilai

header photo

 

Hal-Hal Penting Pada Proses Dekomposisi Organik 2

August 10, 2010

Hal-Hal Penting Pada Proses Dekomposisi Organik 2

Melanjutkan tulisan terdahulu mengenai Hal-Hal Penting Pada Proses Dekomposisi Organik 1 maka pada kesempatan ini mencoba sedikit mengurai lanjutan yang berkaitan dengan proses dekomposisi dalam Hal-Hal Penting Pada Proses Dekomposisi Organik 2, semoga dapat memberikan manfaat bagi siapa saja yang melakukannya.

Setelah sedikit membahas beberapa hal penting yang berkaitan dengan suatu proses dekomposisi organik seperti yang lalu, temperatur atau suhu juga memiliki peranan penting dalam proses dekomposisi ini. Temperatur dalam proses ini sangat berkaitan erat dengan oksigen. Semakin banyak konsumsi oksigen yang dilakukan oleh organisma maka akan menimbulkan temperatur yang tinggi, hal itu akan mempengaruhi semakin cepat pula proses dekomposisi yang terjadi. Jika temperatur terukur berada pada kisaran 35 – 60º C maka hal tersebut mengindikasikan proses dekomposisi yang cepat. Pada keadaan suhu yang >60º C maka hanya organisma thermofilik saja yang dapat bertahan hidup, dan mampu membunuh beberapa jenis organisma yang ada, terutama yang bersifat patogen serta sekaligus akan mematikan benih-benih gulma yang terdapat di dalamnya.

Suplai dan ketersediaan oksigen dalam bahan juga turut dipengaruhi oleh tingkat kelembaban bahan yang digunakan, kelembaban bahan ini juga mempengaruhi proses metabolisma bagi organisma dekomposer. Kondisi ideal untuk kelembaban berada di kisaran 40 – 60 %, merupakan kisaran yang dapat memacu proses metabolisma organisma secara optimum. Akitfitas organisma dekomposer akan menurun jika kelembaban berada di bawah 40%, namun apabila kelembaban di atas 60% mengakibatkan volume udara berkurang sehingga aktifitas organisma menurun dan dapat memicu terjadinya fermentasi anaerobik yang menimbulkan bau tidak sedap, kondisi kelembaban tinggi tersebut juga akan menyebabkan unsur hara tercuci.

Kandungan unsur hara seperti P dan K juga memiliki peranan penting dalam proses dekomposisi, unsur ini biasanya terdapat pada bahan dari kotoran di peternakan, dan akan dimanfaatkn oleh organisma selama berlangsungnya proses dekomposisi. Bahan-bahan yang berbahaya seperti Mg, Zn, Cu, Cr, nikel yang mungkin terdapat dalam bahan, selama proses dekomposisi akan mengalami imobilisasi yang dlakukan oleh organisma dekomposer.

Karakteristik bahan, jenis dekomposer, tehnik dan pola dekomposisi yang dilakukan akan mempengaruhi tingkat kualitas hasil dan lama waktu yang dibutuhkan untuk matangnya hasil dekomposisi tersebut. Pada trial proses dekomposisi manure sapi dengan menggunakan mikroorganisma pengurai atau dekomposer, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan dekomposisi bahan hingga menjadi matang berkisar 3 – 4 minggu, tergantung tingkat kelembaban row material yang digunakan. Secara praktis untuk mengetahui bahwa proses dekomposisi telah matang yaitu dengan memasukkan tangan kedalam tumpukan bahan, apabila sudah tidak terasa panas, bahan tidak bau dan tekstur bahan remah, maka bahan tersebut telah matang dengan baik.

Semoga tulisan dan paparan secara praktis dan umum mengenai Hal-Hal Penting Pada Proses Dekomposisi Organik ini dapat membantu memberikan gambaran untuk memudahkan dalam pelaksanaan dekomposisi organik. Merubah paradigma terhadap pengelolaan alam dan sumberdaya melalui salah satunya Pertanian Kembali Kealam serta penggunaan Sistem Pertanian Lestari adalah hal-hal yang perlu ditanamkan sejak awal sebagai dasar. Harapannya akan turut berkontribusi dalam program Go Organic demi menyelamatkan kondisi tanah, alam dan bumi bagi keberlangsungan jangka panjang kehidupan manusia. Akhirnya selamat mencoba dan berkontribusi bagi penyelamatan bumi, alam dan tanah demi kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Gunakanlah potensi sumberdaya negri dan peoduk-produk dalam negri hasil karya anak-anak negri, tentunya harus dengan sikap yang bijak dalam memilih produknya, harus yang jelas sertifikasinya dan dapat dipertanggungjawabkan (dalam arti luas).

Go Back

Comment