Bersama Sukses

pengetahuan rakyat adalah kekayaan bangsa yang tak ternilai

header photo

 

Meningkatkan Produktifitas Tanaman Jagung Menggunakan Mikroorganisma Tanah Bagian Ke 1

March 30, 2011

Dalam budidaya tanaman apapun, sasaran dan tujuan utamanya adalah bagaimana tanaman mampu memiliki produktifitas tinggi. Tentu banyak aspek yang menyertai untuk dapat tercapainya tujuan tersebut. Pada artikel ini saya mencoba untuk berbagi pada siapapun terutama dalam hal Meningkatkan Produktifitas Tanaman Jagung Menggunakan Mikroorganisma Tanah. Sebelum kita mulai masuk dalam topik tersebut tidak ada salahnya khan gan kita sedikit flashback untuk menyegarkan kembali tentang apa dan bagaimana tanaman jagung... eeiitt sabar ya agan-agan nyiapin kopi dulu nich biar lebih cespleng he he he....

Ok gan kita lanjut... Ada beberapa hal yang patut kita ketahui dalam budidaya sebuah tanaman, diantaranya adalah pemahaman secara praktis tentang tanaman yang dibudidayakan. Sisi lain kita juga harus mempersiapkan tanah sebagai media tumbuh agar berada dalam keadaan sehat dalam artian adanya keseimbangan kesuburan dalam tanah, baik kesuburan biologis, kesuburan kimiawi maupun kseuburan fisik. Kenapa hal ini harus kita lakukan tidak lain adalah agar kita tidak membuang banyak energi, sehingga inputan yang diberikan pada tanaman sesuai dengan yang dibutuhkan, dengan demikian tidak terbuang secara percuma. Pada akhirnya akan mampu meningkatkan hasil dan bobot biomas dari tanaman itu sendiri.

Mikroorganisma tanah yang bermanfaat, mampu menyegarkan dan membenahi tanah yang sakit sekaligus mampu menyiapkan hara agar dapat diserap tanaman (agen transporter). Pada sisi manfaat pada tanaman, mikroorganisma bermanfaat mampu merangsang pertumbuhan akar-akar aktif dan bulu-bulu akar yang banyak, memproteksi tanaman menjadi lebih tahan terhadap penyakit, menambah frekuensi panen, meningkatkan tonase produksi, mereduce cost dan penggunaan bahan-bahan kimia sintetis dan sebagainya.

Kita sudah ketahui bahwa jagung merupakan tanaman semusim, memiliki batang tunggal (umumnya), walaupun pada situasi tertentu berpeluang untuk munculnya cabang anakan, inipun jika berada pada lingkungan tertentu dan pada genotipe tertentu (khusus). Ok gan yang jelas pada kesempatan ini kita tidak akan membahas mengenai cabang menyabangnya batang tanaman ini he he he....

Tanaman jagung akan memiliki bobot biomas dan hasil tinggi jika pertumbuhan tanaman terjamin optimal. Untuk dapat menjadikan tanaman berada dalam pertumbuhan yang optimal maka dibutuhkan yang biasa kita sebut management yang berkaitan dengan air, inputan hara dan perawatan yang tepat.

Ibarat manusia nich gan, tentu ada bagian organ tubuh yang penting peranannya sehingga mempengaruhi hidup dan produktifitas manusia tersebut. Demikian juga tanaman jagung juga memiliki organ bagian tanaman yang sangat penting sehingga dapat menjadikan tanaman tersebut tumbuh dan berkembang dengan optimal sehingga akan memberikan hasil akhir produksi yang optimal juga. Nach... untuk itu sabar ya gan, kita akan lanjutkan dan menyinggungnya ditulisan selanjutnya yang berjudul Meningkatkan Produktifitas Tanaman Jagung Menggunakan Mikroorganisma Tanah Bagian Ke II. Sabar gan... daripada tulisannya terlalu panjang khan lebih enak kalau dibagi menjadi beberapa bagian sehingga memudahkan untuk memahaminya, setuju khan gan... masa mau kaya jaman kuliah model kebut semalam he he he.... eeiittss jangan lupa gan, gunakan produk-produk buatan anak negri sendiri ya, banyak kok dijual di toko-toko pertanian. Jangan lupa gan, dalam memilih landaskan diri pada pemikiran yang bijak, pilih produk yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, kalau perlu pilih yang menyediakan pendampingan dan pembimbingan di lapangan, khan hitung-hitung dapat digunakan sebagai garansi produk he he he.... Mari kita bangun negri kita ini dengan menggunakan sumberdaya dalam negri dan segala produk yang diciptakan oleh anak-anak negri, kita bangun negri bersama-sama anak negri demi kejayaan negri kita tercinta agar negri kita tidak terbeli oleh pihak asing...ok???...  

Go Back

Comment