Bersama Sukses

pengetahuan rakyat adalah kekayaan bangsa yang tak ternilai

header photo

 

Wakil Rakyat Jogetan Topeng

June 10, 2009

REKIBLIK ETEKEWER III - JOGETAN TOPENG DI HAJATAN BANGSA

Hajatan, jogetan topeng dan wakil rakyat sudah tidak asing lagi di mata kawulo, apalagi Wakil Rakyat Jogetan Topeng merupakan suatu adegan yang tidak asing lagi di mata rakyat.  Jogetan Topeng merupakan budaya tradisional sebagai bagian dari kearifan tradisional masyarakat pedesaan. Permasalahannya akan berbeda dan menjadi lain jika yang melakukannya adalah orang-orang yang secara status sosial dipandang terhormat.

Sore ini sedikit kelabu pertanda sebentar lagi anugrah turun dari langit untuk para petani seperti simbah. Diusia yang tidak bisa dibilang muda lagi simbah masih tekun menggarap sepetak sawah tadah hujannya, guna keperluan hidup sekaligus pengisi hari tua.

Le sini sebentar le...seraya memanggil cucu kesayangannya yang masih asyik berkubang lumpur membantu di sawah... nggih mbah (ya mbah-jawa) sebentar tanggung dikit lagi selesai jawab si cucu sambil menyeka keringat yang membasuh sekujur tubuhnya.... Sambil menunggu cucunya datang simbah mulai melinting rokok klembak menyannya di gubuk mungil tempat biasa istirahat. Simbah terlihat sangat menikmati hisapan demi hisapan rokoknya sambil mendengarkan musik klenengan jawa dari radio dua band yang tidak pernah ketinggalan setiap kali ke sawah.

Wonten nopo tho mbah (ada apa tho mbah-jawa) kok sepertinya penting banget si cucu mendekat seraya menyapa. Ini lho le, pinggang simbah kok rasanya agak sakit, mbok coba dipijit biar sembuh... simbah sich kalau diberi saran nggak mau dengerin, mbok ya nggak usah terlalu sering turun kesawah, usia seperti simbah kan perlu banyak istirahat, ya kalau mau kesawah cukup ngawasi dari gubuk aja. Pikiranmu itu benar le...tapi menurut kamu, lha wong simbah kalau tidak gerak justru badannya malah jadi pada sakit semua je... ini yang dinamakan orang jawa itu “bener neng ora pener” (benar tapi tidak tepat).

Lha tadi simbah ngapain kok tahu-tahu pinggangnya sakit... ooo tadi simbah waktu membungkuk ngambil rumput liar terus langsung tegak gitu aja, wach... jangan-jangan simbah kecetit (keseleo-jawa). Ya kalau cuma kecetit otot saja nggak apa-apa tho le, toh nanti setelah kamu pijitin juga sembuh. Itu tidak seberapa le jika dibandingkan sakitnya kecetit hati, susah le disembuhkan...

Wach kalau masalah kecetit hati, rakyat sudah lama merasakannya mbah... betapa tidak, rakyat yang harusnya menjadi subyek, bagi penguasa justru hanya sekedar dijadikan obyek kepentingan mereka, lhak yo kuwalik tho mbah (khan ya terbalik tho mbah-jawa). Bayangkan mbah harkat dan martabat rakyat justru dirampas oleh pemimpin dan oknum pejabatnya sendiri, bukan bangsa lain mbah....

Konon katanya sich mbah bahwa pemimpin itu ada karena rakyat, semestinya khan mengemban amanah rakyat tho mbah, lha ini nggak je... aku jadi bertanya-tanya pada diri sendiri, rakyat yang mana ?.... wach jan jaman setan ... sicucu mengomel.... tunggu-tunggu...kamu ini kok malah jadi ngomel-ngomel gitu tho le... mbok ya yang sabar... ya kalau di Rekiblik Etekewer sedang  sakit dan dipenuhi setan yang pada berkuasa mbok ya pada ndedonga kabeh ngono.. (berdoa semua gitu-jawa) minta Gusti Allah membantu menyelesaikan permasalahannya... lha wong Gusti Allah itu tidak pernah menolak yang berdoa minta pertolongan padaNYA kok apalagi demi kemaslahatan rakyat... beda sama penguasa, minta tolong harus pakai embel-embel...

Mbah ada berita dagelan munyuk (monyet) terbaru nich mbah, konon di negri Rekiblik Etekewer sekarang lagi marak-maraknya berita para wakil kawulo (wakil rakyat) katanya....lagi-lagi katanya lho mbah mewakili rakyat, benarnya ya mbuhh....(benarnya ya nggak tahu) sedang sibuk mencari manfaat untuk kepentingan diri mereka sendiri tapi diplesetkan sebagai bentuk kenang-kenangan, hal ini dilakukan mengambil moment masa jabatan yang sebentar lagi usai. Nggak main-main lho mbah hanya untuk kenang-kenangan harus mengeluarkan uang rakyat yang jumlahnya tidak sedikit, menghitungnya aja aku mungkin nggak sanggup mbah, saking banyaknya. Bisa simbah bayangkan, berapa banyak jika per orang 10 gram emas mbah... lha wong jumlah wakil rakyat (katanyaaaa....) sampai ratusan orang je, totalnya simbah bayangkan sendiri....

Wharakadah....lho katanya mengemban amanat sebagai wakil kawulo/rakyat le, itu kalau dijalankan dengan benar merupakan sebuah tugas yang mulia, “kalau dengan benar” lho... besar pahalanya le.... Apa mereka itu dalam tugasnya nggak dibayar apa le.... waalaahhh mbah bayarannya jauh lebih besar dari gaji para buruh setahun, bahkan kalau apa yang didapatkan wakil kawulo itu dikumpulkan sejak awal tugasnya sampai selesainya, mungkin buruh perlu reinkarnasi 21 kali untuk bisa menyamai, bisa mbah bayangkan khan?... belum lagi setumpuk fasilitas ini itu yang dengan alasan dan dalih untuk memperlancar tugas... pokoknya ya itu tadi mbah perilaku dagelan munyuk dan jogetan topeng yang selalu dipertontonkan, rakyat bukan lagi hanya sekedar kecetit hatinya tapi malah sudah neggh (muak).... walaupun ada yang masih tetap bertahan dengan nuraninya, menjalankan amanat rakyat dengan tulus dan baik, tapi jumlahnya tidak lebih dari hitungan jari, mereka ini tergilas sama perilaku-perilaku rakus tadi mbah.... Wach nek ngono setane jingkrak-jingkrak no le mergo akeh bolone (wach kalau gitu setannya jingkrak-jingkrak donk le karena banyak temannya), perilaku yang kamu ceritakan tadi kalau di jawa itu dikenal dengan istilah perilaku “seng ora empan papan” (tidak pada tempatnya).

Kalau direnungkan sungguh ironis yang terjadi di Rekiblik Etekewer ini mbah, bagaimana tidak, belum usai duka musibah kecelakaan pesawat yang bertubi-tubi dan membawa korban jiwa, belum usai linangan airmata keluarga yang ditinggalkan, wilayah sebagai bagian kedaulatan bangsa yang mulai diusik-usik maling, warga negara yang dianiaya dan disiksa oleh bangsa lain (apa gunanya DUBES??!!!...), semua itu belum usai mbah, belum usai.... belum lagi rakyat yang sedang kesulitan pangan, segala sesuatu serba mahal baik pendidikan, kesehatan dsb, belum lagi pelayanan publik yang tidak profesional dan dipenuhi oknum-oknum korup, pajak rakyat untuk menggelembungkan perut sendiri bukannya kembali pada rakyat secara utuh, pokoknya masih banyak lagi lah mbah permasalahan yang harus mendapat perhatian... eehh mereka yang katanya wakil kawulo malah sibuk “berdagelan munyuk & jogetan topeng”. Anggaran untuk hal-hal yang sangat penting seperti peralatan untuk menjaga kedaulatan negara & bangsa, pendidikan & kesehatan rakyat, pengentasan kemiskinan dsb malah kalah besar dari anggaran untuk foya-foya fasilitas segelintir pejabat... oaalaaahhh.... geblekk... Pertanyaannya apa yang kau cari dalam hidupmu wakil rakyat ?...

Le... kalau sudah begitu dikembalikan kemakna orang hidup itu untuk apa tho le... perlu diingat Gusti Allah tidak pernah menciptakan wilayah abu-abu, hanya menciptakan wilayah hitam dan putih titik. Wilayah abu-abu itu kan manusia-manusia yang menciptkannya demi kepentingan dirinya maupun kelompoknya. Banyak cara dan dalih yang dilontarkan, tetap saja itu dalih walau kesannya sesuci apapun, yang namanya dalih menyiratkan makna tersembunyi yang tidak seperti tampaknya, apa bedanya dengan pahlawan kesurupan. Jika sudah begini jangan pernah berharap untuk manfaat dan kemaslahatan rakyat secara utuh. Makanya le...jaman simbah-simbah dulu, jika mau memilih pemimpin selalu didahului dengan laku prihatin agar suci memohon petunjuk Gusti Allah, siapa orang yang dipilih oleh Gusti Allah, sehingga dalam kepemimpinan orang pilihan tersebut rakyat merasakan tentrem, aman, makmur dan sejahtera, karena pemimpin itu mau melayani rakyatnya, hal ini penting dalam sebuah suksesi kepemimpinan.

Lha kalau tidak salah dengar katanya di Rekiblik Etekewer sedang ada hajat besar memilih pemimpinnya tho le.... lha kok simbol bendera negrinya tidak terlihat ada berkibar?... biasanya kalau sebuah negri sedang hajatan besar, panji-panji dan simbol negrinya pasti dipasang dimana- mana, ini kok nggak le ?... Hhhmmmm... (simbah terlihat menggumam sambil mengeluas dadanya) kasihan para pejuang dan pendiri negrinya ya le, betapa sedihnya mereka jika melihat ini...

Satu hal yang perlu diingat dalam memilih pemimpin atau wakil kawulo, pilihlah yang sehat Roh, Tubuh dan Jiwanya, agar sehat kepemimpinannya, agar sehat kehidupan rakyat dan bangsa yang dipimpin. Banyaklah berikhtiar dan berdoa sebelum memilih pemimpin, sebab pemimpin yang tidak dikehendaki Gusti Allah akan membawa bencana dan celaka bagi rakyatnya, pilih pemimpin yang tidak mengkhianati sejarah bangsa & negaranya sebab sebuah negara dibentuk dan didirikan melalui pengorbanan jiwa, harapan, cita-cita & sumpah suci dari segenap komponen bangsa yang beragam. 

Menyeragamkan sebuah bangsa yang beragam pada dasarnya adalah pengkhianatan, pengkhianat tidak akan pernah membawa kedamaian selain kesengsaraan yang berkepanjangan.

Yo le... kita ikut mendoakan semoga hajatan besar di Rekiblik Etekewer berjalan dengan baik dan damai, dan rakyatnya mendapatkan pemimpin yang sehati, senasib, sepenanggungan dengan rakyatnya, Amin... Selamat berhajat besar Rekiblik Etekewer... semoga dikedewasaan umurmu tidak lagi terjadi Wakil Rakyat Jogetan Topeng. &2y

 

Go Back

Comment