Bersama Sukses

pengetahuan rakyat adalah kekayaan bangsa yang tak ternilai

header photo

 

Hidup Ini Simpel

March 3, 2009

Hidup ini simpel, sebuah ilustrasi tentang hidup manusia yang terkadang melakukan sebuah lompatan menggunakan energi besar untuk sebuah tujuan, terkadang hasil akhir dari tujuan tersebut tanpa disadari telah dilakukannya selama ini, sayangnya selama ini tidak pernah diperhatikan dan dipahami. Banyak dari kita melakukan sebuah pacuan hebat dalam mainstream kehidupan, tanpa mengenal lelah akan sebuah impian agar dapat diraih, menggunakan pemikiran dan sudut pandang yang cenderung rumit dalam menatap hidup. Sering kali ditengah kerasnya pacuan kita menemukan sebuah kata yang sangat sederhana yaitu apa sebenarnya yang menjadi tujuan hidup. Tujuan hidup tidak mesti dan tidak semuanya melulu berbicara materi atau harta, walaupun tidak dipungkiri bahwa manusia membutuhkan harta atau materi. Bukan sebuah jaminan bahwa materi atau harta yang berlimpah mampu memenuhi tujuan hidup yang sebenarnya. Banyak kasus, orang dengan harta berlimpah tetapi jiwanya sepi dan kosong, ada juga orang dengan keterbatasan materi namun jiwa dan hidupnya diliputi kebahagiaan, sukacita dan damai sejahtera. Menggunakan hati yang sederhana dalam menatap, melangkah, dan memaknai kehidupan merupakan sebuah tindakan yang bijaksana untuk meraih tujuan hidup yang sebenarnya itu sendiri. Hidup ini simpel aja kok jika menggunakan hati yang sederhana, namun akan menjadi rumit jika menggunakan parameter yang rumit dan njelimet (istilah jawanya), tergantung mana yang akan dipilih. Berikut ilustrasi yang menggambarkan berputarnya sebuah proses mengenai tujuan hidup.

Seorang turis sedang berlibur dan memancing  disebuah teluk kecil di Pantai Labu , Sumatra Utara, saat itu sebuah sampan kecil merapat. Didalam sampan terdapat ikan-ikan tuna yang  besar. Sang turis  memuji hasil tangkapan itu dan bertanya, perlu berapa lama untuk menangkapnya. Sang nelayan menjawab, “ Cuma sebentar aja kok mister” Si turis kembali bertanya, mengapa ia tidak memancing lebih lama supaya dapat ikan lebih banyak. Sang nelayan menjawab bahwa ia harus punya cukup waktu untuk mendukung urusan keluarganya.

Si turis bertanya, jadi waktu anda dihabiskan untuk apa saja ?, jawab si nelayan, “Saya tidur cukup larut, cari ikan, bermain dengan anak, kemudian bercengkrama dengan istri. Lain waktu malamnya saya bersosialisasi sambil bernyanyi dan main gitar dengan teman–teman, waktu saya penuh dan cukup sibuk, mister.”

Saya MBA lulusan Harvard, kata si turis, saya dapat menolong anda. Anda harus meluangkan lebih banyak lagi waktu untuk mencari ikan, dengan cara itu anda dapat membeli sampan yang lebih besar. Dari sampan yang besar, anda dapat membeli beberapa buah lagi sampan. Akhirnya, anda akan punya satu armada penangkap ikan!. Disamping menjual hasil tangkapan, anda bahkan bisa membuat pabrik pengalengan ikan, jadi anda menguasai mulai dari produksi, pengalengan, dan distribusinya. Anda tidak perlu tinggal didesa nelayan di Pantai Labu ini, dan pindah kekota-kota besar. Dimana anda dapat melebarkan bisnis kerajaan anda.

Si Nelayan bertanya, untuk itu perlu waktu berapa lama, mister? Sekitar 15-20 tahun lebih kurang, tapi setelah itu apa, mister ? Turis itu tertawa dan berkata, nah inilah bagian yang terbaik, pada saat yang tepat anda jual perusahaan ke bursa saham, jadilah anda kaya raya, anda bisa jadi jutawan. Jutawan, mister ? Lalu apa? Si turis berkata, kemudian anda bisa pensiun dan tinggal di desa nelayan kecil dimana anda bisa tidur larut malam, memancing ikan, bermain dengan anak cucu, bercengkerama dengan kerabat dan istri, dan lain waktu malamnya anda bisa bersosialisasi dengan teman sambil bermain gitar.

Ach ! Itu kan yang saya lakukan sekarang  mister, si nelayan menjawab sambil terseyum . . Hidup ini simple , mister !!!....

Kemakmuran kadang bukan diukur dari harta yang kita miliki, tetapi dilihat dari hal dan kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Hidup yang wajar, tidak berarti harus kaya raya dan berharta, karena belum tentu membuat orang bahagia. Hanya dengan beriman melalui jalan Tuhan kita dapat temukan kebahagiaan tersebut. Menapak dan memaknai hidup dengan hati yang sederhana akan lebih memudahkan kita untuk meraih tujuan hidup yang sebenarnya.

(Dari berbagai sumber inspiratif)

Go Back

Comment