Bersama Sukses

pengetahuan rakyat adalah kekayaan bangsa yang tak ternilai

header photo

 

Sistem Pertanian Lestari

July 4, 2010

SISTEM PERTANIAN LESTARI (SUSTAINABLE AGRICULTURE)

Hutan merupakan lingkup ekosistem dengan rantai proses alami yang sangat kompleks. Sebuah kesinambungan alami yang mampu menciptakan iklim mikro tersendiri dan mampu memberi kontribusi amat luarbiasa besar bagi kehidupan di bumi. Secara langsung ataupun tidak langsung keberadaan hutan turut menentukan bagi ketersediaan pangan dunia. Keberadaan hutan primer, hutan tropis, hutan hujan humida sangat besar peranannya bagi kestabilan iklim guna menunjang produksi pangan. Semakin menyusutnya keberadaan hutan, pengelolaan tanah yang tidak bijak, penggunaan bahan kimia secara besar-besaran telah menimbulkan dampak yang kritis bagi ketersediaan pangan dunia.

Berbicara masalah pangan tentu tidak terlepas dari hal-hal seperti diantaranya; tehnologi budidaya, tehnik pengolahan tanah, tehnik penanganan hama dan penyakit dan sebagainya, merupakan faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Sudah selayaknya kita kembali melandasi dengan Azas Kelestarian (Kelestarian Produksi dan Kelestarian Sumberdaya), agar perlakuan dan penanganan dapat dilakukan dengan bijak.

Beberapa point penting yang perlu diperhatikan dan digarisbawahi, antara lain sebagai berikut:

Masalah pangan dan produktifitas pertanian (>70% masyarakat Indonesia merupakan petani) telah menjadi isu nasional dan global yang menarik perhatian banyak tenaga ahli di dunia. Beberapa kesimpulan yang pantas direnungkan antara lain:

  1. Hutan tanpa campur tangan manusia dapat tumbuh dengan subur dan memberi manfaat bagi kehidupan manusia. Pohon tumbuh, daun jatuh menjadi seresah, dihancurkan oleh mikroba dan terurai untuk selanjutnya dimanfaatkan kembali oleh tumbuhan. Mikroba juga mengambil nitrogen dari udara yang tersedia melimpah. Sebuah siklus kehidupan yang sangat sempurna dan lestari.
  2. Kesuburan tanah meliputi kesuburan fisik, kimia dan biologi.
  3. Praktek pertanian yang telah lama dikerjakan oleh hampir sebagian besar petani di dunia hanya terfokus kepada : Kesuburan fisik (bajak, garu, pembumbunan, dan sebagainya) dan Kesuburan Kimia (pupuk, pestisida, dan sebagainya). Hal ini ternyata telah menghasilkan kecenderungan penurunan produktifitas tanah (biaya produksi meningkat & penurunan hasil produksi).
  4. Hasil penelitian (lebih dari 1000 penelitian) menunjukkan bahwa kesuburan biologis (populasi dan jenis mikroba tanah) memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan produksi pertanian dengan cara yang lestari (sustainable). Perbaikan perakaran, dekomposisi bahan organik, pertumbuhan tanaman, peningkatan ketahanan terhadap penyakit, menekan bulir kosong, menambat nitrogen dari udara dan menurunkan biaya produksi.
  5. Perbaikan dan penyegaran tanah, peningkatan kesuburan biologis tanah dengan penambahan bakteri dan jamur bermanfaat ke dalam tanah merupakan solusi yang memberi harapan besar bagi kesejahteraan petani. Hal tersebut harus dilakukan dengan hati-hati dan sangat teliti, guna mencegah masalah besar dikemudian hari.
  6. Bakteri dan jamur harus diidentifikasi dengan jelas (identifikasi harus sampai ke tingkat species), dan perilakunya harus dapat dikenali dengan pasti, agar tidak memunculkan masalah negatif.
  7. Bakteri dan jamur tersebut harus dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama guna memudahkan penyesuaian penggunaan tanpa harus mengurangi efektifitas serta tidak mengalami penyimpangan ataupun perubahan.
  8. Harga harus rasional sehingga dapat terjangkau para petani sebagai pelaku, dengan demikian akan memberikan dampak positif dan manfaat lebih besar secara langsung (jangka pendek dan jangka panjang) jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.

Pembugaran tanah (Soil Amendment) dengan bakteri dan jamur yang teridentifikasi dengan jelas, pasti dan dapat dipertanggungjawabkan, memberikan manfaat, dampak positif dan harapan besar bagi kesejahteraan petani dan peningkatan produksi pangan dunia.

LEBIH SEHAT...LEBIH MENGUNTUNGKAN...LEBIH LESTARI...GO ORGANIC NOW !!!

Sebagai bentuk pertanggungjawaban kita kepada anak cucu dan generasi mendatang yang telah menitipkan alam beserta isinya ini kepada kita, maka sudah seharusnya kita kembali berpikir dan bertindak bijak dengan menyelamatkan kondisi tanah melalui program pembugaran tanah (Soil Amendment). Menjaga keberadaan hutan yang masih tersisa dengan tetap melakukan tindakan secara berkesinambungan melalui penghutanan kembali lahan-lahan kritis sekaligus mencegah terjadinya perusakan hutan......Avignam Samantha Bavana....bersikap dan bertindaklah dengan bijak, anak negri membangun negri dengan segala potensi sumberdaya negri melalui produk-produk dalam negri hasil karya anak-anak negri.....&2y

Go Back

Comment